Dari Cerita hingga Media Sosial: Dosen Prodi Pariwisata Institut Citra Internasional Dorong Pokdarwis dan BUMDes Air Belo Perkuat Promosi Bukit Kukus
Admin Desa Air Belo
14 September 2026 7 x Berita Desa
Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Program Studi Pariwisata Institut Citra Internasional (ICI) di Kantor Desa Air Belo
Bangka Barat,
Rabu 9/9 2026 – Keindahan sebuah destinasi tidak cukup hanya untuk dilihat,
tetapi juga perlu diceritakan, dibagikan, dan melibatkan masyarakat di
dalamnya. Semangat inilah yang menjadi salah satu fokus kegiatan Forum Group
Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Program Studi Pariwisata Institut
Citra Internasional (ICI) di Kantor Desa Air Belo, Kecamatan Mentok, Kabupaten
Bangka Barat.
Kegiatan yang
merupakan bagian dari Penelitian Hibah Internal tersebut mengangkat tema “Identifikasi
Potensi dan Strategi PEWOM Berbasis Community-Based Tourism untuk Penguatan
Geowisata Bukit Kukus.” Kegiatan dihadiri oleh anggota Pokdarwis Bukit
Kukus dan BUMDes Air Belo sebagai aktor penting dalam pengembangan destinasi
wisata berbasis masyarakat.
Salah satu
materi utama yang diberikan adalah pemahaman tentang storytelling dalam
pengelolaan destinasi wisata alam berbasis digital. Peserta diajak memahami
bahwa sebuah destinasi memiliki cerita yang dapat menjadi kekuatan dalam
menarik perhatian wisatawan. Bukit Kukus tidak hanya memiliki panorama alam,
tetapi juga memiliki cerita mengenai masyarakat, lingkungan, perjalanan pengelolaan
destinasi, serta pengalaman yang dapat dikemas menjadi konten wisata.
Materi
berikutnya membahas pemanfaatan media sosial secara efektif untuk promosi objek
wisata. Peserta diperkenalkan pada pentingnya membuat konten yang tidak sekadar
menampilkan foto atau video pemandangan, tetapi mampu menyampaikan pesan,
membangun daya tarik, dan mengajak audiens untuk mengenal serta mengunjungi
Bukit Kukus.
Pemanfaatan
media sosial secara konsisten diharapkan dapat mendorong Positive Electronic
Word of Mouth (PEWOM) melalui penyebaran pengalaman dan informasi positif
mengenai Bukit Kukus. Masyarakat dan pengelola juga didorong untuk berperan
aktif dalam membangun citra destinasi melalui konten digital.
“Destinasi
bukan hanya tempat, tetapi juga cerita yang memberikan pengalaman kepada
wisatawan.” Ujar Ibu devylia, M.Par
“Bukit Kukus memiliki potensi alam yang
kuat khususnya pada potensi wisata geologi, Melalui storytelling digital dan
media sosial, potensi tersebut dapat dikemas menjadi cerita yang menarik
sehingga mampu membangun citra positif dan menarik minat wisatawan.” Ujar Ibu
Hardyanti, M.Par selaku Ketua Tim Peneliti
Kegiatan FGD
juga membahas mengenai seperti apa bentuk partisipasi masyarakat yang aktif
dalam pengembangan destinasi. Peserta diajak melihat bahwa partisipasi
masyarakat bukan sekadar hadir ketika ada kegiatan, melainkan dapat diwujudkan
melalui berbagai peran, seperti ikut merencanakan program wisata, menjaga
lingkungan, mengembangkan produk lokal, memberikan pelayanan kepada wisatawan,
membuat konten promosi, menjadi pemandu, hingga ikut melakukan evaluasi
terhadap pengelolaan destinasi.
Dalam diskusi
tersebut, Pokdarwis Bukit Kukus juga menyampaikan beberapa hambatan yang masih
dihadapi dalam pengembangan destinasi, terutama keterbatasan pendanaan untuk
penyediaan dan pengembangan fasilitas wisata. Selain itu, kapasitas sumber daya
manusia (SDM) pengelola masih membutuhkan pendampingan, khususnya dalam
pengelolaan destinasi, pelayanan wisatawan, pembuatan konten digital,
storytelling, serta strategi promosi melalui media sosial. Kondisi tersebut
menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan agar potensi Bukit Kukus
dapat dikelola secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Melalui
pendekatan Community-Based Tourism (CBT), storytelling, dan pemanfaatan media
sosial, Prodi Pariwisata ICI berharap potensi alam Bukit Kukus dapat didukung
dengan narasi cerita yang unik dan menarik. Narasi tersebut diharapkan mampu memperkuat promosi
dan membangun Positive Electronic Word of Mouth (PEWOM) di kalangan calon
wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Dengan penguatan partisipasi
masyarakat, peningkatan kapasitas SDM, serta dukungan pengembangan fasilitas
wisata, Bukit Kukus diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi geowisata yang
memiliki citra positif sekaligus mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi
masyarakat lokal Desa Air Belo.
